Jumat, 25 November 2011

Mengapa wanita mudah sekali menangis


Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya, “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Sang ibu menjawab “ sebab aku wanita”. “aku gak ngerti bu,” jawab si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “nak, kamu memang tak akan pernah mengerti”. Kemudian anak itu berkata pada ayahnya. “ayah,kenapa ibu menangis?, ibu menangis tanpa sebab yang jelas”, sang ayah menjawab, “semua wanita sering menangis tanpa alasan” hanya itu yang bisa ayahnya jawab. Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya mengapa wanita menangis.
Hingga pada suatu malam ia bermimpi dan bertanya pada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?” dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, “saat Ku-ciptakan wanita aku membuatnya menjadi sangat utama, Q ciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu, kuberikan keterpaksaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semuanya sudah putus asa. Kepada wanita, kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih,sakit,lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita , perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun, walau acapkali anaknya itu melukai perasaan dan hatinya, perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap, sentuhan inilah yang kan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita, kekuatan otak membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya, sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak. Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan menyayangi dan akhirnya kuberikan ia airmata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan, hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita walaupun sebenarnya airmata ini adalah airmata kehidupan”.  ** بنتى بلد المطر ***

0 komentar:

Posting Komentar